Followers

nuffnang

Friday, February 26, 2010

Penggunaan Bahan Dari Khinzir



Secara sedar atau tidak banyak barangan kegunaan harian kita terdedah kepada penggunaan bahan yang tidak halal di dalam bahan pembuatannya. Pengusaha bukan islam secara umumnya adalah pengusaha utama pelbagai barangan kegunaan harian di seluruh dunia, manakala orang islam kebiasaannya lebih selesa sebagai pekerja bawahan dan pengguna akhir sahaja. Masalah halal haram tidak menjadi keutamaan, lantaran kepentingan perniagaan itu sendiri ataupun kejahilan mereka tentang kewajipan penyediaan barangan halal untuk pengguna muslim.

Oleh itu kewajipan kita sebagai pengguna muslim menyelidiki sumber barang-barang kegunaan harian kita khasnya makanan. Terkini banyak maklumat berkaitan penggunaan bahan dari khinzir di dalam pelbagai barangan. Sumber dari khinzir dipercayai bahan mentah yang murah dan terbanyak digunakan dalam campuran produksi barangan terkini. Sumber yang tidak pasti dan syubhah sebegini cubalah kita elakkan selagi termampu. Beralihlah kepada menggunakan barangan halal yang banyak sudah diusahakan oleh para pengusaha muslim. Sensitiflah kepada logo halal. Boleh cuba beberapa barangan HPA, saya cadangkan...


Monday, February 22, 2010

Kisah Pengembaraan Ibnu Battuta














Ibnu Battuta : Kisah Sang Pengembara
Ragam & Muhibah - Khazanah Islam

Buku ini aku dapatkan dari seorang pelajar KUITHO yang part time menjual buku terjemahan IKIM. Kebetulan mereka membuat promosi ke sekolah. Memang tebal bukunya, sudah baca beberapa bab, entah bila boleh habis tak tahu lagi. Ada sahabat hendak baca bila tua nanti..he he he.

Pencapaian Ibnu Battuta yang luar biasa itu, dikatakan dirampas dan disembunyikan Kerajaan Perancis saat menjajah benua Afrika.

''Aku tinggalkan Tangier, kampung halamanku, pada Kamis 2 Rajab 725 H/ 14 Juni 1325 M. Saat itu usiaku baru 21 tahun empat bulan. Tujuanku adalah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah,'' kisah Ibnu Battuta - pengembara dan penjelajah Muslim terhebat di dunia -- membuka pengalaman perjalanan panjangnya dalam buku catatannya.
Dengan penuh kesedihan, ia meninggalkan orang tua serta sahabat sahabatnya di Tangier. Tekadnya sudah bulat untuk menunaikan rukun iman kelima. Perjalanannya menuju ke Baitullah telah membawanya bertualang dan menjelajahi dunia. Seorang diri, dia mengharungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia.

''Kehebatan Ibnu Battuta hanya dapat dibandingkan dengan pelancong terkemuka Eropah, Marcopolo (1254 M -1324 M),'' ujar Sejarawan Brockelmann mengagumi kesungguhan sang pengembara Muslim itu.

Selama hampir 30 tahun, dia telah mengunjungi tiga benua mulai dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropah Selatan, Eropah Timur, Timur Tengah, India, Asia engah, Asia Tenggara, dan Cina.

Perjalanan panjang dan pengembaraannya mengelilingi dunia itu mencapai 73 ribu mil atau sejauh 117 ribu kilometer. Tak heran, bila kehebatannya mampu melampaui sejumlah penjelajah Eropah yang diagung-agungkan Barat seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama, dan Magellan yang mulai berlayar 125 tahun setelah Ibnu Battuta.

Sejarawan Barat, George Sarton, mencatat jarak perjalanan yang ditempuh Ibnu Battuta melebihi capaian Marco Polo. Tak heran, bila Sarton geleng-geleng kepala dan mengagumi kehebatan seorang Ibnu Battuta yang mampu mengharungi lautan dan menjelajahi daratan sepanjang 73 ribu mil itu. Sebuah pencapaian yang tak ada duanya di masa itu.

Lalu siapakah sebenarnya pengembara tangguh bernama Ibnu Battuta itu? Lelaki kelahiran Tangier, Morocco 17 Rejab 703 H/ 25 Februari 1304 itu bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, bergelar Syamsuddin bin Battutah. Sejak kecil, Ibnu Battuta dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. Ibnu Battuta begitu tertarik untuk mendalami ilmu-ilmu fekah dan sastera dan syair Arab.

Kelak, ilmu yang dipelajarinya semasa kecil hingga dewasa itu banyak membantunya dalam melalui perjalanan panjangnya. Ketika Ibnu Battuta tumbuh menjadi seorang pemuda, dunia Islam terbahagi-baahagi atas kerajaan-kerajaan dan dinasti. Ia sempat mengalami kejayaan Bani Marrin yang berkuasa di Moroko pada abad ke-13 dan 14 M.

Latar belakang Ibnu Battuta begitu jauh berbeza bila dibandingkan Marco Polo yang seorang pedagang dan Columbus yang benar-benar seorang petualang sejati. Meski Ibnu Battuta adalah seorang teologis, sasetrawan puisi dan cendekiawan, serta humanis, namun ketokohannya mampu mengalahkan keduanya.

Meski hatinya berat untuk meninggalkan orang-orang yang dicintainya, Ibnu Battuta tetap meninggalkan kampung halamannya untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah yang berjarak 3.000 mil ke arah Timur. Dari Tangier, Afrika Utara dia menuju Iskandariah. Lalu kembali bergerak ke Dimyath dan Kaherah.

Setelah itu, dia menginjakkan kakinya di Palestin dan selanjutnya menuju Damaskus. Ia lalu berjalan kaki ke Ladzikiyah hingga sampai di Allepo. Pintu menuju Makkah terbuka di hadapannya setelah dia melihat satu kafilah sedang bergerak untuk menunaikan ibadat haji ke Tanah Suci. Ia pun bergabung dengan rombongan itu. Beliau menetap di Makkah selama dua tahun.

Setelah cita-citanya tercapai, Ibnu Battuta, ternyata tak langsung pulang ke Tangier, Maroko. Ia lebih memilih untuk meneruskan pengembaraannya ke Yaman melalui jalan laut dan melawat ke Aden, Mombosa, Timur Afrika dan menuju ke Kulwa. Ia kembali ke Oman dan kembali lagi ke Makkah untuk menunaikan Haji pada tahun 1332 M, melaui Hormuz, Siraf, Bahrin dan Yamama.

Itulah putaran pertama perjalanan yang tempuh Ibnu Battuta. Pengembaraan putara kedua, dilalui Ibnu Battuta dengan menjelajahi Syam dan Laut Hitam. Ia lalu meneruskan pengembaraannya ke Bulgaria, Rom, Rusia, Turki serta pelabuhan terpenting di Laut Hitam iaitu Odesia, kemudian menyusuri sepanjang Sungai Danube.

Ia lalu berlayar menyeberangi Laut Hitam ke Semenanjung Crimea dan mengunjungi Rusia Selatan dan seterusnya ke India. Di India, ia pernah diangkat menjadi kadi. Dia lalu bergerak lagi ke Sri Lanka, Indonesia, dan Canton. Kemudian Ibnu Battuta mengembara pula ke Sumatera, Indonesia dan melanjutkan perjalanan melalui laut Amman dan akhirnya meneruskan perjalanan darat ke Iran, Iraq, Palestin dan Mesir.

Beliau lalu kembali ke Makkah untuk menunaikan ibadah hajinya yang ke tujuh pada bulan November 1348 M. Perjalanan putaran ketiga kembali dimulai pada 753 H. Ia terdampar di Mali di tengah Afrika Barat dan akhirnya kembali ke Fez, Maroko pada 1355 M.

Ia mengakhiri cerita perjalannya dengan sebuah kalimat, ''Akhirnya aku sampai juga di kota Fez.'' Di situ dia menuliskan hasil pengembaraannya. Salah seorang penulis bernama Mohad Ibnu Juza menuliskan kisah perjalanannya dengan gaya bahasa yang renyah. Dalam waktu tiga bulan, buku berjudul Persembahan Seorang pengamat tentang Kota-Kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan,diselesaikannya pada 9 Desember 1355 M.

Secara detail, setiap kali mengunjungi sebuah negeri atau negara, Ibnu Battuta mencatat mengenai penduduk, pemerintah, dan ulama. Ia juga mengisahkan kedukaan yang pernah dialaminya seperti ketika berhadapan dengan penjahat, hampir pengsan bersama kapal yang karam dan nyaris dihukum penggal oleh pemerintah yang zalim. Ia meninggal dunia di Moroko pada pada tahun 1377 M.

Kisah pencapaian Ibnu Battuta yang luar biasa itu, konon dirampas dan disembunyikan Kerajaan Perancis ketika menjajah benua Afrika. Buktinya, Barat baru mengetahui kehebatannya setelah tiga abad meninggalnya sang pengembara.


Dari Tangier ke Samudera Pasai

Pengembaraan dan perjalanan panjang yang ditempuh Ibnu Battuta sempat membuatnya terdampar di Samudera Pasai - kerajaan Islam pertama di Nusantara pada abad ke-13 M. Ia menginjakkan kakinya di Aceh pada tahun 1345. Sang pengembara itu singgah di bumi Serambi Makkah selama 15 hari.

Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Battuta melukiskan Samudera Pasai dengan begitu indah. ''Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah,'' tutur sang pengembara berdecak kagum. Kedatangan penjelajah kondang asal Maroko itu mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai.

Ia disambut oleh pemimpin Daulasah, Qadi Syarif Amir Sayyir al-Syirazi, Tajudin al-Ashbahani dan ahli fiqih kesultanan. Menurut Ibnu Battuta, kala itu Samudera Pasai telah menjelma sebagai pusat ilmu Islam di Asia Tenggara. Penjelajah termasyhur itu juga mengagumi Sultan Mahmud Malik Al-Zahir -- penguasa Samudera Pasai.

''Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Peribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk solat Jumaat dengan berjalan kaki. Selesai solat, sultan dan rombongan biasa mengelilingi kota untuk melihat keadaan rakyatnya,'' kisah Ibnu Battuta.

Menurut Ibnu Battuta, penguasa Samudera Pasai itu memiliki ghirah belajar yang tinggi untuk menuntut ilmu-ilmu Islam kepada ulama. Dia juga mencatat, pusat kuliah Islam yang dibangun dii lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan elit kerajaan.

Selama berkelana mengelilingi dunia dan menjejakkan kakinya di 44 negara, dalam kitab yang berjudul Tuhfat al-Nazhar, Ibnu Battuta meriwayatkan telah bertemu dengan tujuh raja yang memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ketujuh raja yang dikagumi Ibnu Battuta itu antara lain; raja Iraq yang dinilainya berbudi bahasa; raja Hindustani yang disebutnya sangat ramah; raja Yaman yang dianggapnya berakhlak mulia; raja Turki dikaguminya karena gagah perkasa; Raja Romawi yang sangat pemaaf; Raja Melayu Malik Al-Zahir yang dinilainya berilmu pengetahuan luas dan mendalam, serta raja Turkistan.

Setelah berkelana dan mengembara di Samudera Pasai selama dua pekan, Ibnu Battuta akhirnya melanjutkan perjalannnya menuju Negeri Tirai Bambu Cina. Catatan perjalanan Ibnu Battuta itu menggambarkan pada abad pertengahan, peradaban telah tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara.


Abadi di Kawah Bulan

Nama besar dan kehebatan Ibnu Battuta dalam menjelajahi dunia di abad pertengahan hingga kini tetap dikenang. Bukan hanya umat Islam saja yang mengakui kehebatannya, Barat pun mengagumi sosok Ibnu Battuta. Tak heran, karya-karyanya disimpan Barat.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, International Astronomy Union (IAU) mengabadikan Ibnu Battuta menjadi nama salah satu kawah bulan. Bagi orang Astronomi, Ibnu Battuta bukan hanya seorang pengembara dan penjelajah paling termasyhur, namun juga sebuah kawah kecil di bulan yang berada di Mare Fecunditas.

sebahagian untuk catatan di blog ini aku gunakan versi indo dalam http://www.mualaf.com/ragam-dan-muhibah/khazanah-islam/530-ibnu-battuta-kisah-sang-pengembara dan foto buku http://limatahun.blogspot.com/2008/11/hadiah-teristimewa.html

catatan dan cerita lain dalam blog http://sebelum-mata-terlena.blogspot.com/

Thursday, February 11, 2010

menangani Anak gila TV

"ANAK saya baru berusia tiga tahun, tetapi sangat suka menonton televisyen sehingga kami tidak boleh menonton rancangan lain. Kalau tidak membuka rancangan kegemarannya, dia mengamuk. "Malah, sekarang sudah pandai menekan alat kawalan bagi memilih programnya sendiri. "Jika ditukar siaran lain, dia menangis. Kalau boleh, makan pun di hadapan televisyen. Ini sangat merisaukan tambah pula dia sudah pandai meniru aksi yang dilakonkan watak dalam rancangan itu," demikian rungut seorang ibu mengenai anak lelakinya yang terlalu fanatik dengan televisyen. Mungkin bukan ibu ini saja, malah ramai lagi ibu yang bimbang mengenai kesan dan pengaruh televisyen kepada minda serta tingkah laku anak-anak. Jika dulu sebuah rumah hanya memiliki satu televisyen, tetapi kini kebanyakan anak-anak memiliki televisyen sendiri lantaran ibu bapa tidak mahu mendengar pekikan dan tangisan anak-anak yang mahu menonton kartun kegemaran mereka pada saat ibu bapa mahu menonton rancangan lain. Rancangan kartun pula lazimnya bermula seawal pagi sehingga keesokan paginya. Perkara ini berterusan setiap hari sehingga anak itu bercakap, berjalan dan bersekolah. Namun untuk menyekat tabiat anak-anak supaya tidak menonton televisyen memang sukar dan mustahil. Tambah pula pada awal usia dua sehingga enam tahun kerana ketika ini, fikiran mereka masih belum matang dan belum mampu berfikir. Justeru, apa cara terbaik bagi memastikan televisyen membawa kebaikan kepada anak-anak? Menurut pembimbing keluarga, Zaid Mohamad, yang juga penulis buku, Ibu Bapa Bijak Anak Hebat, kanak-kanak adalah kain putih dan ibu bapa yang bertanggungjawab mencorakkan kain putih itu. Berdasarkan kata-kata itu, Zaid mencipta strategi sendiri yang dikenali sebagai 7S bagi memanfaatkan televisyen kepada ibu bapa dan anak-anak seterusnya melahirkan insan cemerlang.

Strategi ini dimanfaatkan kepada empat anaknya dan terbukti berkesan apabila mereka dianugerahkan pelajar terbaik serta pemimpin pelajar di sekolah. Strategi 7S itu ialah sayang-menyayangi, sekatan, studi secara bijak, santai bersama keluarga, semaikan bakat kepimpinan, sumbangan kepada masyarakat dan serahkan kepada Tuhan. Zaid yang juga pengurus kanan sebuah syarikat multinasional ingin menerapkan strategi 7S kepada ibu bapa bagi membantu menangani masalah anak-anak yang gemar menonton televisyen, sekali gus menjadikan televisyen sebagai medium yang lebih interaktif.


"Mengatakan televisyen itu baik atau buruk tidaklah tepat kerana televisyen hanyalah alat. Apa yang penting, ibu bapa harus bersama-sama memilih program sesuai untuk anak-anak dan sentiasa di sisi mereka ketika menonton," kata pembimbing yang dilantik menjadi pakar ibu bapa oleh CyberSAFE Malaysia, sebuah agensi di bawah Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi.


Perkara pertama yang penting diambil perhatian ialah tunjukkan kasih sayang ketika menonton televisyen bersama anak-anak. Jangan jadikan televisyen sebagai 'pengasuh' supaya ibu bapa mudah melakukan kerja.


"Kini kebanyakan ibu bapa bekerja, namun ini bukan halangan supaya mereka tidak membabitkan diri bersama anak-anak ketika menonton televisyen. "Biasanya masa menonton kira-kira 10 sehingga 15 minit saja sehari. Jadi masa yang singkat ini wajar dimanfaatkan sebaik mungkin," katanya.


Perkara kedua yang sering diabaikan ibu bapa ialah menyediakan tempoh masa menonton. Biasanya ibu bapa membiarkan anak-anak menonton televisyen seberapa lama yang mereka mahu supaya ibu bapa sendiri dapat berehat.


Selain menetapkan masa, pilih program tertentu misalnya beberapa siaran di saluran Astro seperti Playhouse Disney's, Handy Manny dan Special Agent OSO.


"Semua program ini sangat baik untuk perkembangan minda kanak-kanak kerana kanak-kanak boleh berinteraksi dengan ibu bapa ketika menonton. "Rancang waktu menonton bersama anak-anak dan sentiasa berkomunikasi dengan mereka menerusi soalan dan jawapan. Jika boleh masukkan unsur positif dalam setiap interaksi itu," jelasnya.


Secara tidak langsung, menurut Zaid, televisyen boleh dijadikan alat pembelajaran dan perkembangan minda kepada anak-anak dengan pembabitan seisi keluarga secara langsung dalam setiap program yang ditayangkan di televisyen. Tanyakan anak mengenai watak yang paling disukai, apa yang berlaku pada permulaan cerita dan pentingnya sifat tolong-menolong antara satu sama lain. "Apabila ibu bapa menganggap televisyen sebagai alat pembelajaran maka masa menonton televisyen akan menjadi waktu yang sangat penting serta menggembirakan. "Minta mereka menari dan menyanyi mengikut aksi watak. Sentiasa memberikan tindak balas dalam setiap aktiviti dilakukan," katanya.


Menonton televisyen juga boleh membentuk semangat kepimpinan kepada anak-anak. Apabila mereka melihat watak dalam rancangan itu, mereka akan menjadikan watak itu sebagai idola. Apabila watak menampilkan tingkah laku kurang baik, ibu bapa harus bertanya baik buruk perlakuan itu. Kemudian anak-anak diberitahu penyelesaiannya. Dengan cara ini anak-anak mampu menilai perkara baik dan buruk, seterusnya sikap ini akan diteruskan ketika mereka belajar atau bermain bersama kawan. Selain televisyen, Internet dan permainan video juga bagus untuk merangsang perkembangan minda kanak-kanak, tetapi ibu bapa harus memantau selain hadkan masa.


"Saya sendiri menetapkan hanya enam jam seminggu untuk menonton televisyen, selebihnya masa itu digunakan membuat kerja sekolah, mengulang kaji pelajaran dan bermain bersama kawan. Biarkan mereka sendiri membuat jadual dan memilih untuk menonton televisyen. "Bagi anak yang dihantar ke rumah pengasuh, pilih pengasuh yang mempunyai aktiviti seharian. Sebagai ibu, cadangkan aktiviti yang boleh mereka lakukan di rumah pengasuh. "Begitu juga dengan pembantu rumah, pastikan anda membuat jadual waktu dan meminta pembantu rumah mengikut jadual itu. "Biarkan dia melakukan kerja rumah pada waktu pagi. Selepas anak-anak pulang dari sekolah, pembantu rumah harus menemankan anak-anak menonton televisyen atau bermain," jelasnya.


Zaid berkata, paling penting ibu bapa perlu memahami peringkat perkembangan anak-anak supaya lebih memahami setiap perubahan tingkah laku mereka. Misalnya ketika bayi, perkembangan otak berlaku terlalu cepat, kemudian kanak-kanak mula memberi tindak balas apabila usia meningkat dua sehingga enam tahun. Pada usia remaja, barulah mereka menunjukkan emosi dan boleh berfikiran rasional apabila dewasa. "Dengan memahami peringkat perkembangan usia anak-anak, ibu bapa akan lebih memahami mengapa anak remaja sering melakukan perkara yang tidak sepatutnya. Pada peringkat ini, pentingnya menunjukkan kasih sayang bukannya kemarahan kepada anak-anak," jelasnya.


Tulisan Zaid berjudul Smart Parents, Brighter Kids, memasuki senarai jualan terlaris kedai buku terkenal Ogos tahun lalu. Hasil kerja pembimbing ini boleh dilayari menerusi www.SmartParents.com.my.

Petikan
sitizarinah@hmetro.com.my
2010/01/27

Saturday, January 23, 2010

O lny srmat poelpe can raed tihs.

cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg. The phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy, it deosn't mttaer in waht oredr the ltteers in a wrod are, the olny iprmoatnt tihng is taht the frist and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit a porbelm.

Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Amzanig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt! if
you can raed tihs psas it on !!

Brain Stuff . . From Cambridge University.
sumber http://wardahsafwah.blogspot.com

Saturday, January 16, 2010

Warna Diri

Indahnya warna pelangi. Terfikirkah kita hikmah terhadap kejadian pelangi ini?

Hari Jumaat malam yang lalu, aku meluangkan masa untuk hadir mendengar taklimat berkaitan Aura di Bilik Seminar Swasta di Bandar Jengka. Sebenarnya, dua tahun lepas pernah didedahkan dengan warna diri ketika mendapatkan rawatan dan nasihat bersama Ustazah Nora di Temerloh. Ketika itu isteriku, yang mengandungkan anak ketiga kami mengalami tekanan darah dan degupan jantung yang tidak menentu. Bersama Ustazah Nora itulah aku berkesempatan mengenali warna diriku. Kini apabila ada sesi penerangan tentang warna diri aku mengambil kesempatan untuk hadir.

Dr Atikah yang berpengalaman lebih 20 tahun turun ke Bandar Jengka memberi taklimat lebih lanjut berkaitan warna diri dan kaitannya dengan aura tubuh manusia. Dr Atikah berjaya menunjukkan fungsi warna secara bukti konkrit. Insyaallah aku akan mendalami ilmu ini lagi dihari-hari mendatang.

Secara ringkasnya, warna diri menggambarkan keadaan kekuatan dan kelemahan diri pemiliknya. Mengetahui rahsia warna, kita akan mengetahui kekuatan, kelebihan serta kelemahan diri yang dialami atau yang akan dilalui pada masa akan datang. Kelemahan ini apabila dielakkan akan mengelakkan penyakit yang mungkin kita alami. Perlu dijelaskan bahawa penyakit yang dialami berpunca daripada ketidakseimbangan sel yang berlaku di dalam organ tubuh.

Mengawal keseimbangan kesemua sel-sel di dalam organ ini secara berkesan dapat mengelakkan diri daripada dijangkiti penyakit. Penyakit ini sebelum terjadi ianya bermula dengan sikap yang negatif seperti degil, pemarah, cepat bosan, hilang arah matlamat, kesedihan dan sebagainya.

Warna diri ini berkait rapat dengan ragam, perangai, tingkah laku, cara berfikir, perasaan, semangat, perlakuan dan tindak tanduk setiap individu. Apabila tidak mengetahui warna diri atau warna alah kepada dirinya, seseorang itu akan menyukai warna-warna tertentu sebagai warna kegemaran yang tanpa disedari itulah lambang kelemahan yang sedang dilaluinya.

Setiap individu mempunyai warna yang melindungi dirinya. Warna pelindung diri ini terbahagi kepada dua bahagian iaitu bahagian luaran dan dalaman. Warna luaran mendominasikan 80% sifat individu berbanding warna dalaman. Warna diri ini dikenali sebagai aura yang tidak kelihatan yang bertindak sebagai perisai halus atau benteng diri manusia.

CVT mengkategorikan warna tersebut mewakili empat level diri manusia iaitu Spiritual (Putih), Emosi (Merah Jambu), Mental (Hijau) dan Fizikal (Biru). Bagi diriku yang dikatakan berwarna Hijau dapatlah mengetahui kekuatan dan kelemahan diri misalnya pelupa (he.. he.. ).

Maka empat warna luaran dan empat warna dalaman pula akan menghasilkan 16 kombinasi gabungan Warna Diri :

Daripada perbezaan Warna Diri inilah yang membezakan kecenderungan setiap individu. Sebagai contoh, walaupun kombinasi warna yang seakan sama bagi Warna Diri Spiritual Mental dan Mental Spiritual, tetapi kecenderungan 80% akan memberikan cara pemikiran yang berbeza di antara dua individu ini. Sebagai seorang ayah, guru, pengetahuan tentang warna diri dan aura ini akan membantu membentuk anak dan anak murid menjadi insan yang lebih baik lagi. Buat permulaan seluruh keluargaku akan menjadi testimoni, dan selepas ini, Insya Allah maklumat berkaitan akan dapat dikongsi bersama..

rujukan :
Dr Julie Ezwin Othman dalam http://warnadiri.blogspot.com
ZZAuraAnakMami dalam http://www.auralife2u.com/

Friday, January 8, 2010

Petua Khusyuk



Di antara petua ahli ibadah untuk khusyuk ialah terbitkan makna dalam kita mengerjakan solat .Semoga dengan memahami bacaan
akan membuat kita lebih khusyuk dalam solat.

Takbiratulihram
Allah Maha Besar

Doa Iftitah
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya.
Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi,
dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik.
Sesungguhnya solatku,
Ibadatku,
hidupku,
matiku
adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam.
Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak
menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.

Al-Fatihah
Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang maha pemurah lagi maha mengasihani.
Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

Bacaan ketika rukuk
Maha Suci TuhanKu Yang Maha Mulia dan dengan segala puji-pujiannya.

Bacaan ketika bangun dari rukuk
Allah mendengar pujian orang yang memujinya.

Bacaan ketika iktidal
Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian.

Bacaan ketika sujud
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.

Bacaan ketika duduk di antara dua sujud
Ya Allah, ampunilah daku,
Rahmatilah daku,
kayakan daku,
angkatlah darjatku,
rezekikan daku,
berilah aku hidayah,
sihatkanlah daku dan
maafkanlah akan daku.

Bacaan ketika Tahiyat Awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta
keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.

Bacaan ketika Tahiyat Akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.
Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim.
Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Doa Qunut
Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki.
Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan.
Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.
Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku.
Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapapun yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau.
Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu.
Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi.
Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau.
Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah Engkau tetapkan.
Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau.
Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

nak tahu lagi rahsia khusyuk dalam solat lihat dalam:
http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1078
http://aimiza22.blogspot.com/2009_03_01_archive.html
photo source :http://mujahiddin.blogdrive.com/

Thursday, December 24, 2009

Re Union di Terengganu



19 dan 20 Disember 2009 aku dan keluarga hadir ke majlis re union bekas pelatih MPPP sessi Julai 1993-95. Program diadakan di Kuala Terengganu. Sampai sudah agak lewat. Bertolak selepas isteri habis peperiksaan jam 12.30 ptg. Sampai ke Kuala Terengganu sudah jam 8.00 malam.



Kami bertolak ke rumah Rosnani, Unit Math untuk jamuan BBQ. Di sana kumpulan rakan-rakan dari Terengganu sudah ada yang menunggu di situ.Sebahagian lagi datang kemudian selepas itu. Memang meriah..semua lebih tertumpu untuk berbual dengan kawan-kawan daripada menghadap makanan. Masing-masing teruja bila berjumpa sahabat yang telah 14 tahun berpisah.



aku balik ke bilik di Dara Inn, bila baby sudah mengamuk mengantuk. Kawan-kawan terus berbual dan ada yang sambung di Chalet sehingga pagi.



pagi 20 Disember, bertolak ke MPPP. Maktab yang telah menjadi Sekolah Menengah Sains. Suasana agak suram, latar MPPP sudah jauh berbeza ketika kami menjadi pelatih dulu.



Beberapa lokasi penting dan penuh kenangan sempat aku jenguk dan ceritakan pada isteri anak-anak. Di sinilah tempat itu dan tempat ini..perhimpunan, bilik kuliah, tempat main bola dan hoki dan macam-macam..



Aktiviti diteruskan di dalam Dewan yang dulu dikenali Dewan Nadwah. Masa melapor diri 1993 dewan ini begitu meriah. Sessi ucapan penuh emosi, bila mana ada yang pelbagai gaya , memperkenalkan diri dan keluarga. Ada yang girang dan sebak.



Sesi diteruskan dengan nyanyian lagu maktab..walaupun separuh lupa tetapi bila ramai-ramai menyanyi lagu maktab menjadi sempurna dinyanyikan.Salute untuk semua.
Akhir sekali bergambar beramai-ramai bersama-sama dengan Tn Hj Khairuddin, Pn Hjh Rogayah dan Pn Hjh Wan Hasnah..mantan pensyarah MPPP.



Petang sessi lawatan ke Taman Tamaddun Islam. Gambar tak sempat dimuat naik.Namun sebelum balik sempatlah melawat ke Batu Buruk, Masjid Terapung dan kedai di pinggir Bukit Puteri.






Silaturrahim melalui reunion



Alangkah gembira jika kita dapat kembali ke masa lalu. Kita dapat rasai kembali suasana yang dulu, manis dan gembira. Mungkin dapat perbaiki kisah duka dan kesilapan silam. Tetapi itu adalah tidak mungkin walaupun ada sutradara mengkhayalkan di dalam filem mereka. Paling hampir kita menjenguk masa silam ialah dapat menemukan sahabat lama ke latar tempat yang sama pernah kita lalui dulu. Kerana menghimpunan watak dan latar lama lampau secara bersama akan dapat mencungkil kembali kisah-kisah lama tersebut.

Bukan mudah memanggil memori yang sudah hilang dek jarak lama masa berlalu dan banyaknya ceritera baru menimpa kita saban hari menenggelamkan kisah lama. Suis kenangan begitu mudah dihidupkan pabila bersama kenalan lampau kita. Kisah lalu, nama sahabat lama,tragedi dan sebagainya secara automatik terpacul walaupun sebenar terpadam dalam fikiran sejak berdekad lama.

Perjumpaan dengan rakan lama menjadi satu trend sekarang.Ia umpama tarikan magnet. Keinginan ingin menghadirkan diri begitu kuat. Kerana kita ingin melepaskan rindu, ingin mengetahui cerita baru, perkembangan sahabat, yang sudah berjaya dalam kerjaya, sahabat yang telah pergi dulu,bahkan ada yang ingin mencari peluang baru dalam bisnes. Tidak kisahlah apa tujuan utama dan sampingan mereka. Yang penting semua ingin berjumpa semula sahabat lama.

Namun ada di kalangan sahabat yang memencilkan diri. Walaupun keinginan bertemu sahabat lama begitu kuat namun ada faktor menolak yang membataskan mereka. Di antara faktor utama apabila mereka merasakan kekurangan dari segi pencapaian kerjaya dan ekonomi, kekurangan sosial seperti belum berkahwin, belum dikurniakan cahaya mata dan kegagalan perkahwinan. Perasaan rendah diri menyebabkan mereka mengelakkan diri.

Oleh itu, sebagai sahabat lama yang menginginkan silaturrahim terus terjalin melalui program reunion perlu merancang menemukan sahabat dalam bentuk tidak mendedahkan kekurangan sahabat kita. Elakkan aktiviti yang mengguris hati. Bagi diri kita yang mungkin merasakan ada kekurangan perlu berfikiran positif dan bersangka baik bahawa objektif membuat reunion ialah untuk menemukan sahabat dan kenangan lama. Lupakanlah kekurangan jika ada dan ingat bahawa rezeki kita belum sampai untuk menjadi seperti rakan -rakan yang lain.

Selain itu, komitmen tehadap pelbagai perkara turut membatas penyertaan jika tidak kena masa dan tarikh. Kemungkinan ada sahabat terpaksa memberikan masa mereka terhadap perkara lain yang lebih utama misalnya majlis perkahwinan, peperiksaan dan sebagainya. Ada juga yang memang kesempitan kewangan terpaksa mengelak pada aktiviti yang tidak termasuk di dalam perancangan tahunan mereka.Oleh itu perancangan awal sangat penting menguruskan masa masing-masing.

Tidak dinafikan ada sahabat yang bahagia dengan kehidupan baru tidak berkeinginan langsung berjumpa rakan-rakan lama. Mereka merasakan program reunion ini membuang masa dan sejarah silam sangat buruk untuk dikenangkan. Kes seperti rasanya sangat terpencil kerana tidak mungkin sepanjang bertahun bersama tiada kisah suka melainkan duka, atau tiada langsung kawan yang menjadi sahabat baik walau seketika.

Kesimpulannya, program reunion sangat baik untuk menjalinkan silaturrahim sesama kita lantaran jarak masa dan usia kian menginjakkan diri kita dilandasan kehidupan masing-masing. Komitmen semua sangat penting bagi kejayaan sesuatu program reunion. Jika semua berfikiran positif dan ada individu yang sanggup menjadi leader atau pemula maka akan berjayalah sesuatu program.